It’s been a challenging roller coaster ride for me since May 2016 until last month. Bulan Mei tahun ini, saya mau rangkum lumayan banyak berita baik yang terjadi semenjak post terakhir.

IMG-20170506-WA0001.jpg

Pertama, bulan April lalu saya menghadapi ujian di tempat saya bekerja. It was a major stepping stone yang menentukan kelulusan saya untuk naik grade, alias promosi. Dan bukan ke sembarang grade, but THE grade of freedom (you can say) juga titik menuju jenjang karir yang lebih cemerlang, ciyeh. Prosesnya betul-betul berat sampai memberi tantangan kepada saya dan keluarga untuk juggling tanggung jawab supaya dan sehingga tetap mempertahankan work-life balance.

Sudah hampir satu tahun saya mengerjakan project yang menguras tenaga, pikiran, keringat dan mengorbankan waktu bersama keluarga.

Hampir tiap hari saya lembur. Main sama suami dan anak jadi hanya 2-3 jam di malam hari selepas pulang kerja.

Hobi menulis pun jadi terbengkalai karena ngga setiap hari saya punya sisa tenaga untuk tetap bangun dan mencurahkan cerita di blog di saat jendela waktu yang tersedia untuk blogging hanya ada diantara jam 11 malem sampai jam 2 pagi. Ini sebabnya travel footprints saya dan keluarga di Itali makin mundurrrr terus ngga kelihatan finish line-nya. Padahal udah lumayan sharing cerita sampai Milan. Setelah dari Milan adalah cerita kami di Roma yang paling favorit. InshaAllah bulan ini selesein ahhhh, meskipun udah basi, tapi kalau pake tema #throwback, yang udah lewat juga tetep seru, apalagi jalan-jalannya menyenangkan sekali!

Ini bukti jelas bahwa saya ngga bakat jadi travel blogger. Plesiran nya udah rampung sejak Desember, tapi tulisannya Hop On Hop Off (kayak Tour Bus favorit Bapak Freddy) sampai separuh tahun. Hahaha.

Hasil dari kerja keras di kantor berbuah manis. Satu bulan penuh ketika di bulan Maret saya belajar intens untuk menghadapi hari dimana saya duduk menghadap panel berisi 6 orang dari Schlumberger Area & Global level. Panel tersebut terdiri dari 3 Expert Managers di Malaysia, 3 Expert Global Manager di Dubai, dan satu Expert Manager dari Headquarter di Paris.

Bisa dibilang rasanya seperti sidang yang berlangsung 4 hari. Tiga hari pertama merupakan interview sessions. Satu per satu Expert Manager menguji kemampuan saya seputar bisnis dan HR knowledge. Di hari terakhir pada 11 April 2017, semua panel berkumpul kembali dalam video conference, karena beberapa duduk di Dubai dan Paris, untuk menyaksikan saya presentasi soal project yang saya pimpin dan hasil yang dicapai selama (mashaAllah) satu tahun. Harus banget ada suasana dramatis, ketika di tengah-tengah presentasi, tiba-tiba hujan besar dan geludug petir menyambar rame-rame. Pertanda apa gerangan ya Allah.

My moment to shine and impress the judges tersebut berlangsung selama satu jam, but it was one of the longest one hour of my life (selain pas ngejan melahirkan). Kemudian yang lucu (tapi pas mengalami ngga lucu sih), setelah presentasi selesai, saya disuruh keluar ruangan karena all the managers in the panel had to deliberate. Ini beneran, rasanya deg-degan mules, jadi ngerti rasanya berdiri di acara Asia’s Next Top Model. Saking gugupnya saya bisa denger detak jantung sendiri, dan napas jadi sesak berasa dada nya ditimpa anak gajah. Semua jejeran panel terdiam, masing-masing mata tertuju pada saya, wajah tanpa ekspresi, ngga ada yang senyum atau ngasih hint sama sekali apakah saya berhasil atau berhasilkan mengecewakan panel. Hehe. Tapi ngga lama kemudian Training Manager memecah hening dengan mengucapkan “Congratulations, you pass as G11!”

Hiks hiks…… What a journey!

Terharu. Beban di pundak rasanya terangkat. Senyum lega. Inget Mama yang selalu manjatin doa. Inget Mika dan Bapak di rumah yang selalu pengertian kalau saya nya sibuk bawa kerjaan pulang ke rumah. Bangga. I just reached a new milestone and I’m proud of the personal and professional growth I’ve obtained throughout the process.

Yeayyy, mudah-mudah bisa tumbuh kembang jadi lebih baik terus. Seperti Mika yang tumbuh kembangnya makin lucu nyu nyu.

Sekian kabar baik dari kehidupan karir. Kabar baik berikutnya… Long weekend Isra’ Mi’raj kami pulang ke Jakarta dalam rangka pengen peluk Nin Tita, kangen. Dannnn, untuk merayakan ulang tahun Bapak Freddy yang ke-30.

Tepat di hari ulang tahunnya juga, si Bapak suami bersama teman-teman Palapsi UGM berangkat ke Garut untuk mengarungi sungai Cikandang by kayak. Keren sekali, seneng dan bangga sama Bapak yang menikmati drama pengarungan sesuai passion nya. Mudah-mudahan jadi kado ulang tahun yang paling segerrrrr. Hahaha. Mendengar cerita pengarungan Bapak sepulangnya dari river camp bikin merinding dan ikut excited. Saya suruh doi untuk menulis his kayaking riverprints, tapi Bapak malah nyuruh saya yang nulisin. Rangkumannya gini deh biar singkat: Sungai Cikandang CIHUY banget! Full of surprises (memetik kalimat Bapak Freddy Andreas Permana).

C12EF658DF6184BCDA2BA6F4FF4587F8.jpg

Sementara Mika happy banget berada di BSD sama Nin Tita, nemenin Mama Telo belanja hijab dalam rangka berhijrah. Mau hijrah perlu modal, hehhehe (alesan biar shopping).

Finally, kabar baik berikutnya yang paling menggembirakan adalah… sahabat-sahabat kami inshaAllah akan datang ke KL menginap di rumah untuk roadtrip to Penang bareng. Huaaaa, ga sabar minggu depan ketemu.

Udah dari jauh-jauh hari saya sounding ke Mika bahwa akan ada Pakde Gepi, Tante Justin, Om Abi, Tante Zizi dana de Kirana main ke KL. Tujuannya supaya Mika familiar, dan nanti pas ketemu ngga malu-malu lagi. Pasalnya…terakhir Mika dibawa ke Jakarta 2 minggu yang lalu, doi tantrum kalau ketemu orang asing yang mendekati, salaman, atau say Hi sama Mamanya. Posesif ekstrim. Mungkin efek dari kurang sosialisasi sehari-hari di KL, ga pernah play date umur segini. Haha. Jadi udah dari sekarang Mika suka nengokin instagramnya Lulabi, supaya kenal Abi, Zizi dan Kirana. Kalo sama pakde Gepi dan Tante Justin dulu udah pernah berlibur bareng, inshaAllah Mika masih ada secercah ingatan. Hahaha.

InshaAllah kita semua sehat ya. Mika sendiri sekarang lagi demam. Menebak dari simtom yang terjadi sejak minggu lalu berupa Mika yang banjir iler dan berangsur susah makan, sepertinya gigi gerahamnya yang ke-5 baru mau explode dari dalam gusi. Anaknya jadi rally non-stop nenen, begadang ga bisa bobo, lalu menjadi ceriwis yowis. InshaAllah minggu depan kembali waras ya nak, kalau kata mbah Putri di jawa. Hehe.

Yesss!!!! Can’t wait for next week.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s