Saya mau bahas soal sepak bola yang merupakan olahraga populer di Itali. Bagi orang yang pengetahuan sepak bolanya cetek, saya masih familiar dan ngga tulalit amat kalo denger nama-nama klub daerah yang bergelut di Liga Italia disebut, seperti misalkan Juventus, Lazio, AS Roma. Siapa coba yang ngga tahu.

Cuman, saya emang ngga begitu kenal orang-orang ganteng di Liga ini karena saya ngefans nya sama Liga Spanyol. Dulu kerjaan jaman SMP dan SMA adalah mengkhayal nge-date makan sate ayam sama Luis Figo, atlet bola asal Portugal yang sempet jadi asetnya FC Barcelona, abis itu jajan cendol sepulang dari nemenin doi soccer sparing match. Kadang-kadang pulang sembari digendong belakang sama Figo. Romantis ya?

Hahahaha. Sumpah, ini gambaran ideal saya akan kencan yang paling so sweet. Hal yang sama terjadi pas fase hidup imejiner saya beralih ke “in a relationship” sama Nick Carter nya Backstreet Boys dan Brian McFadden-nya Westlife, ya day-dreaming-nya juga seputar makan sate ayam bareng-bareng trus piggy-back ride di pantai. Eeehhh. Sekarang dapet suami yang ngga kuat (apa males) gendong saya di punggung nya. Sia-sia dong Bapak rajin fitness gedein otot kalo gendong aku aja ra iso. Wisss, mboh aku ngga paham.

Hilang fokus maaf ya, hahahah.

IMG-20170416-WA0015.jpg

Di hari kedua exploring Milan masih dalam rangkaian 2 days Hop On Hop Off Tour, saya dan suami memutuskan untuk harus menengok lapangan sepak bola bernama San Siro Stadium, home to the well-known clubs AC Milan dan Intermilan. Kebayangnya sih bakal keren banget, saya sampai iming-imingin Bapak suami, ngga mungkin ngga bagus wong klubnya kelas dunia ko.

Bisa-bisanya saya komen sotoy begini, gara-gara dulu pernah berkunjung ke Stadium Camp Nou di Barcelona di tahun 2011 dan Stadium Emirates Arsenal di London pas nonton konser Coldplay tahun 2012. Dua-duanya canggih. Landscape di bagian luar sebelum entrance ke lapangan aja keren, nge-showcase profile atlet-atletnya, brand dan product dari klub yang dibanggakan main di lapangan tersebut. Jadi telah terpatri di kepala saya bahwa stadium apik kaya gini pasti berlaku di setiap negara, apalagi yang persepak-bolaannya unggul di kancah internasional. Jadilah ketika perjalanan di atas bus menuju San Siro stadium, harapan kami udah setinggi langit.

IMG-20170416-WA0017.jpg

******

P_20161128_110935

Lalu bis kami sampai di halte terdekat pinggir lapangan. Sepi. Berangin. Dingin. Ingus Mika meler. Ingus Bapak juga. Sepi.

Kami sibuk celingak celinguk dari jauh, bertanya-tanya dimanaaa Grande Ingresso-nya, ko berasa seperti wasteland tanpa kehidupan seperti di film The Book of Eli. Tegang kaya menanti gol di gawang supaya bisa pecah suara keramaian. Satu dua pengunjung lain menunjukkan ekspresi wajah yang sama dengan kami, di jidatnya terbaca subtitle dari pertanyaan di benak mereka “mana pintu masuk Stadium?”

Tiba-tiba kami sadar kalau sebenarnya udah berdiri di depan parking lot, dan di hadapan kami lah the main entrance yang ngga jelas. Menengok bentuk stadiumnya sama sekali ngga kece. Biasa banget. Padahal… padahal…. Udah kebayang aja bakal GOL rasanya ketika tiba di gerbang stadium, berharap lihat poster dan backdrop belang-belang serupa jersey milik 2 club bola ini. Apa boleh buat, excitement nya langsung pudar. Rasanya percis banget seperti saat kegirangan mengira bobol gawang, taunya OFFSIDE!!!! Membleh.

P_20161128_112843_NT.jpg

P_20161128_113139_PN.jpg

Hahhahaa, yaudah mati gaya deh ceritanya. Akhirnya kita balik ke city center, nyari shawarma yang anget dan nasi biryani mengobati kekecewaan masal.

P_20161127_134325.jpg

>_<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s