Loh, cerita perjalanan kemarin berasa janggal yah, sampe suami bingung bacanya, ujar doi pagi-pagi, hehehehe. Day 1 Italia harusnya adalah kisah sambung menyambung dari Dubai, tiba di Roma, dan perjalanan ke Napoli.

Tapi kemarin ke-sem-sem mengingat ulang tahun perkawinan, jadinya malah pit stop di stasiun Roma deh ceritanya, belum sampe arrive di Napoli. Heheheh.

Oke, mari kita teruskan. Dari Roma ke Naples, kita menumpang train Frecciarossa berdurasi 1 jam 10 menit. Harga 19 Euro per orang. Jadwal kereta ada tiap interval kira-kira 30 menit. Kami take off pukul 18.30, tiba di Stazione Napoli Centrale pukul 19.40. (kereta paling malam berangkat dari Roma pukul 21.45).

Sengaja kami booking hotel yang dekat sama central station, jadi begitu keluar dari stasiun, tinggal jalan kaki. Semenjak di KL jauh-jauh hari sebelum memulai cuti, suami selalu meng-Google-map versi street view supaya bisa menjelajahi neighborhood yang akan kami lewati untuk mencapai hotel darimana pun titik ketibaan kami nantinya. Tujuannya supaya pas hari H ngga perlu ada non-productive / loss time buat bingung atau blocking sambil buka peta, melainkan cukup buka memori lalu hadap kiri majuuuuu jalan! Hhhh syukur lah, keluar gedung stasiun pun kami bisa melihat hotelnya dari sebrang square besar yang terhampar kaya alun-alun di antara stasiun dan banyak hotel bintang 2 lainnya. Tapi apa coba yang ngga teramati lewat google map street view?

IMG_5106.JPG

Jawabannya adalah…. Karakteristik tapak jalannya, apakah aspal atau con block, apa malah tanah. Udah malam dan lelah kami tiba di kota ini masing-masing gendong ransel, masing-masing narik koper besar, dan gantian gendong anak pake baby carrier, taunya sesaat setelah kaki melangkah keluar batas suci stasiun, permukaan jalan langsung berubah menjadi batu-batu gede, conblock tapi besar-besar. Alhasil geret koper susah banget. Sampai yang tadinya saya narik, jadi berubah posisi jadi dorong, dorongnya pun anggun banget kaya dorong kebo ngantuk (eh, dorong saya sendiri dong?).

Sambil ngos-ngosan, saya mengingatkan diri sendiri, eyes on the prize, Tey, semangat! Masih naik rakit ke hulu ini judulnya, hari esok baru deh mulai berenang ke tepian. Karena malam Kamis tersebut kami masih musafir (ciye traveller), belum jadi turis, yes, kami ingin jadi turis plis. hehhehe.

Di balik kesusahan tersebut, kami bersyukur telah mengambil keputusan yang tepat ngga bawa baby stroller, salah satu hikmah malam Rabu. Singkat cerita, ngga lama setelah check in hotel, kami teparrrr… Zzzzzz

Kamis, 24 November 2016. Day#1 Napoli.

Assalammualaikum, Ciao Napoli!

IMG_5107.JPG

Jam 04 dini hari ada yang bangun melek seger sambil senyum, mmmm, nyengir lebih tepatnya. Tebak siapaaaa. Jelas Mika orangnya, hahhaha. Kamu mengalami yang istilahnya disebut jetlagged, naaak, jam tubuh masih ngikutin jam KL.

Beneran deh, kalau ngga, ngapain bangun pagi bener. Azan subuh aja baru bakal jam 5.30, dan sunrise sekitar jam 7. Pake nyengir genit pulak, kan manis banget. Gimana dong, terpaksa mama dan bapak ikutan bangun. Sebanyak apa pun usaha kami mematikan lampu dan pura-pura bobo lagi demi Mika ikutan molor kembali (biasanya upaya seperti ini berhasil kalau di rumah), kali ini gagal dilaksanakan, komandan!

Yawis lah, ikutan bangun deh kami. Biar begitu, tidur kami ngga kekurangan rupanya, berkat kompakan pingsan semalem jam 9, kami sudah seger dan ngga merasa badan pegel sedikit pun. Lumayan ya, 7 jam istirahat.

 IMG_5110.JPG

Pukul 07 pagi. Suhu 11° derajat Celcius.

Breakfast di hotel disediakan di lantai paling atas. Begitu kami naik dan memilih makan pagi di teras, Subhanallaaaaahhhh pemandangannya, bellissima! Kami terbuai sampe mesem-mesem ngga percaya memandangi langit yang sama dari bagian dunia yang berbeda beribu-ribu kilometer jauhnya dari tempat asal kami. Udara segar setelah gerimis pagi, langit sumringah bernoda jingga dan kuning dari bekas matahari terbit beralih menjadi biru. Burung-burung terbang melewati teras banyak banget sampai Mika kegirangan. Baru kali ini si bocah kurang-petualangan (boranglang, hahaha) menyaksikan makhluk Allah sedekat dan seramai ini di sekitarnya, bikin Mika sibuk ngoceh “ah eh ah eh” sambil telunjuk kaku kerjaannya nunjuk sana sini. Hiks, bahagia kan orang tua liat anak seneng begini, jadi senyum senyum penuh syukur. Nikmattt sekali suasana disapa Napoli, apalagi dengan secangkir cappuccino italiano. Mamamiaaa. Terimakasih ya Allah.

IMG_5114.JPG

Terasa sekali bagi saya dan suami, travelling kali ini pengalamannya sangat berbeda berkat punya anak, saya dan suami jadi sangat selooow, lebih luas mengoberservasi dan menyerap segala sesuatu yang sedang terjadi “here and now”, ngga ngotot harus buru-buru beranjak menuju apapun yang wajib di lihat di destinasi wisata, karena kami connect dan completely tuned-in. Hal kecil seperti imutnya kaktus di teras atap hotel yang berdiri di hadapan panorama skyline Naples pun jadi objek yang bisa bikin hati adem. Beneran. Ini persis banget digambarkan melalui tulisan milik salah satu blogger favorit saya (yang juga mendorong saya buat nulis kembali), si Utin di www.justinlarissa.com. Baru saya baca tempo hari, ia bercerita soal temannya, dan pastinya juga banyak orang, yang sejauh ini belom pernah “in peace” menikmati perjalanan. Meniru plek plek yang doi tulis, ini kalau-kalau gak ada bagian dalam diri yang ‘disentuh’ (ketika travelling), semuanya terlalu duniawi.

Mudah-mudahan kami jauh-jauh plesir kemari ngga mengalami hal itu ya, with all our heart ga bohong, we loved our trip, senyum dan syukur soaking in all the experience.

Selingan satu lagi ya mumpung baru disebut website keren di atas, empunya si blog adalah teman baik kami, pasangan JustiNindyo, ceritanya mereka bercita-cita #justinindyo_kelilingdunia. Siapapun yang baca ini, mohon dukungan doanya ya (bukan sponsor kok). Hahaha. Soalnya kolom travellingnya yang saya suka banget. Kalau nanti beneran keliling dunianya makin sering, kan enak menengok isi bumi cukup lewat blog doi, beneran saya nanti-nanti, bagaikan mengintip jendela dunia, hahaha.

Baiklah lanjutin yuk.

IMG_5147.JPG

Hari ini kami agendakan buat nyantai, free time demi istirahat Mika. Disebabkan ini kesempatan perdana membawa travelling jarak jauh si anak baik, kami ngga tau harus mengantisipasi kondisi badan Mika yang seperti apa, apalagi anak bayik belum bisa berbahasa, kalau badan lelah dia ngga bisa protes. Makanya sebagai preventive measures supaya tetap sehat dan ngga KO, setiap kami pindah dari satu kota ke kota lainnya, selalu kami sediakan 1 hari full untuk nyantai ngga mengejar agenda jalan-jalan yang khusus. Semua-semua di free-style day ini flexibel, bebas lepas maunya apa yang penting bugar dan happy.

Alhamdulillah kami bertiga sehat, lalu memutuskan untuk mengitari kota Naples menaiki Sight Seeing City Tour – Hop On Hop Off Bus. Eits? Betulkah Tey? Hehhee, iya bener naik Hop On Hop Off.

Sedikit melipir ke pelajaran ideology-diri, selama ini saya individu yang anti banget travelling menggunakan jasa tur atau naik taksi kecuali kalau mepet ngejar flight. Kesannya turis banget gitu, padahal maunya jadi penjelajah, mengexplore tempat baru dan belajar bahasa lokal (minimal mengenal angka 1-10), plus harus bisa berinteraksi pakai bahasa lokal di pasar/local shop kalau beli makan, istilahnya jago market lingo. Kemana-mana harus jalan kaki, naik trem, atau metro train.

Nah, dulu pernah pas ke UK tahun 2012 bareng temen baik, Mb Nia, kami mencoba Hop On Hop Off bus di London. Karena pengalaman naik bis ini seru banget, akhirnya saya setuju untuk naik lagi di Naples pas suami ngajakin. Once in a while, saya menanggalkan idealisme, ngga boleh egois karena kali ini travelling milik bertiga, bukan milik saya sendiri. Hehe.

IMG_5116.JPG

Apalagi melihat situasi kondisi, kota Naples ini agak ghetto, persis seperti apa yang diceritakan Anggia Cucum. Bisa terlihat beberapa stasiun metro trainnya ngga terawat, gembel dan ngga memberi kesan yang aman, malah terlihat banyak copet dan mafia italia, kaya di film-film. Jalanan sempit dan ruwet. Slum area singkatnya. Lagi-lagi karena kami mau menilik Amalfi Coast, emang takdir harus mampir di kota ini, yaudah kita ambil jalan aman aja. Mari pak, kita naik Hop On Hop Off bus.

IMG_5125.JPG

Untuk menuju ticket counter dan titik start bis nya, kami naik metro train dari Garibaldi ke Municipio dulu. Sampai di stasiun Municipio, kami lagi-lagi bersyukur ngga rempong bawa baby stoller, karena cilukbaaaa, ngga ada lift atau eskalalator, hanya ada anak tangga dan ibu tangga yang tinggi dan banyak. Keluar dari stasiun, kami menemukan loket karcisnya di depan Castel Nuovo, kastil dari jaman abad ke 12, singgasana kerajaan Naples pada jamannya.

P_20161124_114144.jpg

Harga tiket 22 Euro per orang, tapi karena kami telah mencapai Naples menaiki train Frecciarossa, jadinya dapet diskon yang lumayan, hanya perlu bayar 17 Euro per orang.

Kalau belum mengenal apa bis ini, ini adalah double decker bus yang lantai atasnya kap terbuka, jadi bisa keliling kota sambil menikmati pemandangan di tingkat atas sambil foto-foto. Bayarnya sekali untuk 24 jam berlakunya.

Di dalam bus, setiap penumpang diberi earphone yang bisa dicolok ke busnya (ada colokan di tiap baris). Nah sepanjang perjalanan, kita akan mendengar voice-record dalam pilihan bahasa yang beragam (English, Spanish, Deutch, Russian, Japanese, tapi ngga ada Indonesian so pasti) yang menjelaskan sejarah/budaya/mitos ataupun hal menarik kecil dari objek yang dilewati oleh rute bus tersebut. Di setiap titik yang ada objek wisata, penumpang boleh turun (Hop Off) supaya mengeksplor sekitaran objek sampai puas, lalu naik lagi (Hop On) di titik (halte) yang sama pas bus lain yang melanjutkan rutenya lewat lagi (biasanya lewat tiap setengah jam), kayak busway gitu deh. Di Indonesia ada ngga sih? Kayanya ngga yah, siapa yang mau naik coba. Heheheh. Di KL ada, tapi KL itu panas dan macet, jadi tiap mengamati pelancong-pelancong yang menaiki bis ini, semua nya menunjukkkan raut wajah yang bete atau bosen, hahhahaa. Apalagi kalo naik bis ginian di Jakarta ya, bisa-bisa ketiduran atau mabok darat karena polusi.

P_20161124_105852.jpg

Oh iya, ada hikmahnya naik bis ini keliling kota bagi saya yang masih menyusui. Kalau mau nenenin anak, bisa bebas mau di atas yang terbuka, atau di tingkat bawah bus yang tertutup dan hangat, walaupun di tempat umum, tapi ngga ada yang memperhatikan karena penumpang lain sibuk menengok dan mengabadikan pemandangan kota. Poin plus lainnya, nenen jadi bisa anywhere anytime santaiiii, ngga perlu ribed atau panik ketika lagi di jalan (seandainya jelajahin kota jalan kaki naik train dengan mandiri) terus anak nagih nenen sehingga harus numpang masuk café, lalu terpaksa beli kopi atau snack. Kata Gadizsa ketika dulu membawa Alesha yang masih nenen jke Eropa, ini salah satu hal yang bikin boros selama plesir, yaitu nongkrong di café pas numpang nyari tempat nenen yang nyaman.

img_5215

Ada 4 jalur yang berbeda di Hop On Hop Off Naples, tapi kami hanya ambil paket yang dua jalur, Red Line dan Blue Line, mengitari Centro Storico, alias pusat sejarah dari sebuah kota di Itali.

Tapi kedua rute tersebut masing-masing membawa kami ke bagian kota yang berbeda secara ekstrim rupanya. Di jalur Merah, kami menengok sudut kota yang dipenuhi masyarakat yang nampak seperti kelas pekerja, menegah ke bawah deh. Jemuran di mana2, pemukiman padat rapet kumuh, kendaraan parkir sana sini berantakan, jalanan sempit, ini yang slum area.

p_20161124_104544

P_20161124_105553.jpg

P_20161124_104835.jpg

P_20161124_104156.jpg

P_20161124_104554.jpg

Sedangkan di jalur Biru, kami melewati sudut mewah old town Naples, istilahnya uptown side. Pemukiman cantik-cantik, jalanan lebar, rapi bersih, bagian kotanya yang menuju pantai. Ketika menelusuri sisi laut, pemandangannya cantiiiiiiiik banget, di sebrang teluk kami menyaksikan Mount Vesuvius, gunung berapi yang meletus dan memusnahkan kota Pompeii. Pernah denger kan kota terkenal ini?

Ok, panjang banget ya postingnya, nih foto-foto jalan-jalan kami on the bus, sambil mika nyanyi “the wheel on the bus go round and round”

napoli.jpg
Gambar dari google kalo yang ini

P_20161124_115634.jpg

IMG_5211.JPG

IMG_5132.JPG

IMG_5210.JPG

P_20161124_123304.jpg

IMG_5195.JPG

IMG_5154.JPG

One thought on “Round and Round in Napoli – 24Nov2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s