Hello. Semalem saya bilang akan absen dari menulis selama 2 minggu karena bakal padat agenda liburan, ragu bakalan ada kesempatan untuk menulis. Tapi siapa sangka saya akan mengalami jetlag hingga kini terjaga pukul 2 pagi ngga bisa kembali ke pulau kapuk.
Pikir-pikir daripada bengong temennya setan, saya mau cerita aja bagaimana pengalaman perdana Mika terbang jarak jauh. Asik asik, bisa live begini update perjalanan liburan. Luarr biasa! Ready, set……mongGo!

Kami memulai perjalanan liburan Selasa tgl 22 Nov, pukul 6.15 pagi dari Kuala Lumpur, itu jam dimana supir taksi tiba menjemput di apartemen. Mika terbangun lebih awal pas digendong keluar rumah, semaksimal mungkin kami ajak main dan beraktivitas lari2 loncat2 sesampainya di bandara sebagai upaya membuatnya capek, biar ketika boarding naik aircraft pukul 9.20, anaknya udah lelah ngantuk dan bakalan bobo siang di udara sesuai jam rutin nya sehari2 kalau berpijak di tanah.

image

Alhamdulillah rencana kami berhasil, mission accomplished. Anak berhasil tidur sejak take off ontime jam 10.15. Ini berlangsung selama 2 jam. Sedangkan durasi flight dari KL ke Dubai, destinasi pertama kami untuk transit, berapa lama? 7 jam. Gong!!!

image

Seumur-umur ketika menjalani peran sebagai penumpang pesawat, saya adalah tipe orang yang udah molor bahkan sebelum pesawat take off, dan hanya akan bangun setelah pesawat landing. Jika flightnya panjang, maka bangun juga pas makanan di atas pesawat disajikan. Kadang beberapa orang bilang itu mubazir kalau naik airlines bagus yang menyediakan hiburan film, tapi sepanjang penerbangan malah tidur. Apalagi kalau naik Emirates, film yang ditayangkan di list of entertainment nya itu sangat up to date yang baru saja tayang di bioskop ngga lama yang lalu, sudah bisa ditonton di atas pesawat. Nah, ini hanya suami yang menikmati.

Saya? Terpaksa ngga bisa lagi molooooor, hiks. Ini dia yang berubah drastis setelah punya anak yang lucu.

Saya kudu menghibur anak, nyanyi, dongeng, ngajak bermain, ngobrol ngalor ngidul soal apa itu pesawat dan harus bersikap seperti apa di dalam pesawat supaya Mika ngerti. Alhamdulillah Mika baik sekali. Perjalanan lancar, no crying, no gangguin penumpang lain, no bosen di jalur tempat duduk sendiri terus minta jalan2 di sepanjang runway pesawat kayak dulu pas terbang naik Air Asia. Setiap tanda fasten your seatbelt menyala, Mika anteng (dan gemesnya, manja juga) duduk di pangkuan. Kalau ada rapor buat anak ini, khusus buat aktivitas naik pesawat, saya beri nilai buat Mika adalah 9 (dari 10). Good job, son!
Kenapa ngga 10? Soalnya Mika ngga bisa makan hidangan makan siang, bisanya ngemil doang, jadinya sedikit masuk angin (ringan aja) hingga kecepirit 3 kali. Aduh, padahal bawa pampers terbatas gara2 berpikiran bahwa kami hanya transit semalam. Sedangkan stok popoknya mainly masuk bagasi yang langsung terbang ke Roma, ga ikut mampir di Dubai. Untung mincrit nya (mincrit = mencret yang dikit aja hehehe) berhenti nyaris sebelum stok popok selama terbang habis. Fufufuuuh, syukur ya Allah.

image
Oiya kami beruntung terbang di hari Selasa gini jadi isi pesawat sedikit, sehingga ngga semua kursi dipenuhi penumpang. Jadinya walaupun kami hanya beli 2 tiket dewasa dan satu tiket infant yang tidak dapat kursi (anak di bawah usia 2 tahun harus dipangku, kecuali beli kursi), Mika bisa menikmati baris kursi kosong, dan saya ngga gempor2 amat pahanya harus mangku 7 jam nonstop.
Ada satu hal yang terus saya amati selama terbang, yaitu pantauan perjalanan yang menunjukkan dimana pesawat “saat ini”, dan berapa lama lagi aircraft sampai di destinasi.
Bukan main ternyata waktu terasa sangaaaaat lama kalau bawa anak bayi begini. Pas saya nengok ke layar pantau, “time to reach destination” menayangkan “5.10” alias 5 jam 10 menit, gambar icon pesawat baru berapa senti di samping kiri pulau Sumatra. Lalu 4.40, “saat ini” gambar pesawat baru di sebelah kanan negara India, siap-siap joged lewatin negri Bollywood. Ngga berapa lama, 4.10. Trus 3.30, India dari kanan ke kiri finish. Tik.. Tok.. Tik.. Tok.. Penantian untuk tiba di tujuan selama 5 jam pas Mika terjaga itu berasa seolah-olah 3 hari melayang-layang di udara. Bukan lebay, sungguh kawan-kawan.

image

Lega banget akhirnya kami touch down pukul 13.15 waktu Dubai, tepat 7 jam sesuai jadwal.
Menggendong satu ransel masing-masing, plus saya menggendong Mika pake baby carrier, kami jalan menuju hotel menghindari macet siang hari dengan mode transportasi Metro Dubai, yakni kereta listrik ala MRT di Singapore.
Hello Dubai, it’s good to be back here. Ngga banyak yang berubah, saya masih hafal seluk beluk detail jalanan, sampai toko dan kedai makan, seperti mengenal telapak tangan sendiri. Ciyeeh, sok sok ikut peribahasa. Padahal ngga permah ngamatin telapak tangan sendiri dan ngga ngeh bentuk atau garis-garis ya kaya apa. Hehehhe
November adalah waktu yang pas dan enak buat mampir di Dubai. Suhu udara hari ini skitar 27-29 derajat celcius, ngga sumuk. Ini masanya negri-negri di Arab memasuki musim winter, walaupun musim dinginnya tanpa salju (kalau di beberapa titik di Saudi Arabia bisa bersalju, tapi kalao di United Arab Emirates ngga) tapi bisa sampai adem banget iklimnya pas the peak of the season.

image
Tiba di hotel kami paksa Mika bobo mengejar kekurangan nya tidur kalau sesuai rutinitasnya di KL. Hebat anak baik, mata udah kaya panda ngantuk capek so far di perjalanan ini, tapi ngga sekali pun rewel anaknya. Malah eh ah eh oh penuh senyum mengobservasi tempat dan suasana baru. Sebangun dari tidur ngga harus kami paksa makan, karena anaknya sendiri yang laper dan makan dengan lahap dan baik. Pinteeeerrrr anak kesayangan dan kebanggaan. Gemessshhhh, cium!

Kami sengaja memilih transit overnight di Dubai karena berniat mau jalan-jalan plus menonton Dubai Fountain yang selalu breathtaking cantik banget. Dubai fountain adalah kolam air mancur terbesar sedunia yang bisa menari diiringi musik dengan volume yang menggelegar seputar pelataran downtown Dubai. Nonton air aja kok bisa menghibur banget. Lagu-lagu yang dimainkan keren-keren seperti tembang dari Whitney Houston, Pavarotti, Celine Dion, Michael Jackson. Letaknya di halaman belakangnya Dubai Mall, juga belakangnya Burj Khalifah gedung tertinggi sedunia. Ngomong-ngomong kini Burj Khalifah juga tampil centil dihiasi LED lights seperti kalau dalam ajang-ajang festival of lights di Berlin.

image

IMG_5012.JPG

Alhamdulillah dulu pas saya kerja jadi TKI dii dubai, hahahah, saya bisa beruntung dibayarin kantor untuk tinggal di daerah elit sekitar downtown Dubai, samping Dubai Fountain dan belakang-belakangan sama Dubai Mall. Menurut temen baik saya Opik, kalau ada rekan atau kerabat yang mau main ke dubai, pastikan hubungi satpam nya, alias saya. Hehehe. Bisa tiap hari saya bisa menikmati kerennya performance Dubai Fountain karena kalau pulang kerja, rute jalan kakinya pasti lewat si air mancur. Udah cita-cita dari dulu saya mau ngajak suami buat ikut menikmati, tapi tahun 2014 pas transit juga kesini, ngga sempat. Rupanya kali ini juga belum rejeki. Sebabnya adalah si Bapak dan Mika jetlag, sore2 waktu Dubai (yang mana dah jam 10 malem waktu KL) dua-duanya tepar di kamar hotel.
Padahal kami sekeluarga udah janjian mau ketemu sama sobat-sobat di Dubai Mall dinner bareng di depan dubai fountain, biar jadi ajang meet and greet bersama si selebritis yang mereka tunggu-tunggu sejak lahir: Mika Jalandra!
Saya dan suami ngga mau ambil resiko melanggar waktu istirahat Mika, karena ini masih awal perjalanan, sampai di Itali pun belum. Takutnya Mika ngga fit di kemudian waktu selama liburan. Akhirnya cuman saya yang berangkat ke Dubai mall.
Ini dia foto-fotonya ketemu sahabat kesayangan di Dubai: Velodie, Ian, Leanne & Dave ❤️

image

image

image

Ini beneran jetlag akut banget sampai saya nulis panjang gini.
InshaAllah besok di Itali ngga pake nulis2 jurnal deh, saya milih tidurrrrr

3 thoughts on “Hello Dubai. 22Nov2016

  1. Haha, iya sayang kalau naik full service tapi tertidur sejak awal sebelum take off.pernah, dulu tertidur sampai pas pembagian makanan kelewat, tinggal sejam menjelang mendarat baru bangun, lapar, terus minta makan ke pramugari.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s