Pukul 00.28. Dini hari ini sudah officially masuk hari Selasa tanggal 22 November 2016 (waktu Kuala Lumpur). Dalam hitungan 10 jam lagi, kami take off liburan. Bismillah.

Bersyukur sekali Senin tadi berjalanan lancar. Tugas di kantor selesei dengan baik, tugas bertetangga sudah dilaksanakan melalui silaturahmi ke sana sini sejak akhir pekan lalu. Tugas berkemas yang sejak beberapa postingan lalu udah dibahas tapi ngga dikerja-kerjain akhirnya tuntas, packing selesei alhamdulillah. Tugas nge-print dokumen penting perjalanan nanti sudah siap.

Tinggal satu tugas berat belum tercapai, yakni men-transfer foto-foto di iphone saya yang sudah bikin memori full banget ke hard disk/laptop. Sudah 1 jam saya duduk ngapus-ngapusin dan mindah-mindahin foto di galeri handphone, tapi masa cuman 1 GB size yang berkurang? Keselllll. Bisa-bisa selesei jam 6 pagi pas azan subuh ni. Oh… begadang jangan begadang….

Sebelum berangkat plesir dan ngga bawa laptop buat nulis 2 minggu, saya mau cerita apa aja yang telah kami lalui selama seminggu sejak postingan terakhir.

Hari Senin sampai Jumat, entah kenapa di kantor terasa begitu lambat. Mungkin kantor diem-diem bisa mencium aura (keringet harum) saya yang udah ngga sabar counting down menuju cuti, jadinya bisa mempermainkan perasaan saya. Padahal minggu ini adalah closing payroll, hanya memang di kantor lagi sepi, sebabnya adalah pegawai-pegawai, termasuk saya, dinasehatkan untuk menghabiskan cuti tahunan. Asik, dipaksa cuti sih seneng, kalo bisa berangkat lebih dari 2 minggu saya jabanin deh.

Jumat malam ketika mengakhiri pekan penuh lembur, maunya tuh tidur nyenyak. Tapi di tengah bobo ala bidadari, tiba-tiba ada suara rusuh berisik dari arah kolam renang apartemen kami. Kebetulan rumah kami menghadap ke kolam renang, kalau siang pemandangannya ibu-ibu maupun mbak-mbak berkulit cemerlang pake bikini, kalau buat cuci mata dijamin mengkilap sampe silau, Mika dan Bapaknya termasuk yang suka menikmati view ini.

Balik ke cerita bising tadi, pas saya tengok ke samping jendela, ada orang bule atau arab teriak-teriak satu sama lain (menurut mata saya yang minus dan terbebani belek). Saya terbangun keganggu dan penasaran. Tapi susah banget mau nyimak ada drama apa di bawah sana gara-gara setengah sadar setengah mimpi pas ngeliat keluar jendela. Akhirnya saya mengambil kesimpulan bahwa ada yang berupaya bunuh diri karena mabok, lalu kawan-kawan si calon suicider ini mencegah nya meloncat dari balkon ke kolam renang. Untungnya ini bukan fakta. Keesokan pagi nya ngobrol sama suami, rupanya cuman orang-orang nyebelin yang teriak-teriakan berenang malem-malem, trus disamperin satpam. Hmmm, lebih apik dongeng versi saya.

Sabtu kami hunting oleh-oleh. Rencananya besok flight ke Italy, kami akan transit di Dubai karena menggunakan Emirates Airlines. Sengaja kami singgah overnight supaya bisa main-main dulu sama sahabat-sahabat saya di sana. Sudah 2 tahun sejak saya pindah assignment kerja dari Dubai ke Malaysia, ngga bersilaturahmi. Sekalian saya mau ngenalin Mika si anak baik ke mereka.

Salah satu teman baik saya, Velodie, nitip ingin dibawakan sari kaya merk Papa Rich, jadi agenda hari Sabtu adalah membeli selai. Ini lagi tebak-tebakan sambil taruhan (eh ngga boleh ya dosa), kira-kira selai bisa lolos masuk cabin pesawat apa ngga. Harusnya sih barang yang mengandung liquid dilarang ikut on-board ke dalam cabin, tapi selai kan agak agak nanggung ya, dibilang liquid ya ngga cair-cair banget seperti lotion, tapi ngga padat juga kaya bakpao. Bagaikan jogging, dibilang lari bukan, tapi dibilang jalan kaki juga bukan. Only something in between. Let’s see besok gimana. Rencananya sih, kalau sampe ditanyain sama petugas airport scanner, mau jawab kalau si selai adalah kebutuhan makan anak bayi saya, trus colek Mika supaya kasih muka puppy eyes. Pasti siapa pun luluh. InshaAllah berhasil yah.

Hari Minggu harinya super gemes sama Mika.

image

Kami sekeluarga ngajak nongkrong teman lama saya yang sudah 13 tahun ngga ketemu. Namanya Anggia, Cucum panggilannya. Ia dulu room-mate saya ketika kami sama-sama kuliah di Sunway college, Malaysia 13 tahun lalu (jaman saya belum kuliah di UGM). Anggia ini jetset skali gaya hidupnya, hahhaha, bikin mupeng. Ia awal tahun pergi Eurotrip, lalu bererapa minggu lalu ke Jepang, dan akhir tahun nanti bakalan ke Aussie buat nonton konser Coldplay. Huh! Iri mampus bukan sama agenda nya yang keliling dunia, melainkan sama nyantainya doi yang ngga perlu ketar ketir di medan perang orang-orang Asia yang hari ini beli tiket Coldplay bakalan manggung di Singapore tanggal 1 April 2017 nanti. Ticket boothnya baru dibuka hari ini, dan udah sold out pemirsa. The battle was real! Yasudah ya ikhlas.

Mari anak anak, kita fokus kembali pada Mika, si unyil kutil lucu banget. Kami kongkow di coffee shop menikmati breakfast di daerah Mont Kiara. MK adalah bagian dari outer KL yang komunitas expatnya tinggi sekali, banyak bule tinggal di sini dibanding di city center KL karena international school yang bagus dan bersaing prestasi letaknya di daerah ini. Nyetir keliling neighborhood di sini aja berasa di luar negri, beda sama kalau di tempat kami tinggal. Hehe.

Nah, jadinya pas sarapan di café, banyak banget pelanggan lain yang masuk kedai itu londo-londo dan noni-noni.

Sebuah keluarga datang lalu duduk di meja samping tempat kami ngobrol sama Cucum. Pasangan orang tuanya mixed, istri nampak seorang Thai manis, sedangkan suaminya bule cakep gemuk dari UK, bisa ketahuan dari denger aksennya.

Racik punya racik campuran di atas, anaknya yang sekitar 5-6 tahun parasnya jadi blasteran cantik banget, seperti princess menurut Mika yang belum bisa ngomong, baru bisa hah hoh hah hoh heboh, tapi sebagai seorang ibu saya bisa mengerti perasaan anak saya, ada feeling aja gitu.

Ngga pake malu-malu, Mika sukanya nyamperin anak kecil (atau anak gede), princessnya juga mau aja dideketin Mika. Saya suruh Mika jabat tangan, tapi dasar anak soleh turunan jawa ndeso, pas princessnya julurin tangan buat gandeng, sama Mika malah dicium tangannya. Orang tua si Princess langsung jatuh hati sama calon mantu, meraka gemesss sama Mika sampe bilang “awwwww look dear he kissed your hand, he’s such a gentleman

Hahhahaa. Padahal mah maksud anak saya itu salim sama yang lebih gede, sambil numpahin iler.

Selepas gandengan, Mika kegirangan bersenandung (ini beneran ngga bohongan) “wiiiiiiii” “yeeeeee” sambil muter-muter badan gelantungan satu tangannya ke sebuah kursi. Udah kaya di film-film india aja kalo liat Shahru Khan gelendotan gatel di tiang listrik apa pohon rindang. Ternyata reflek anak kecil jatuh cinta itu percis kaya film Bollywood gitu yah, baru sadar. Hahahhaha.

Kocaknya pas gelantungan, Mika keberatan perut buncit. Seperti di film komedi musical atau kartun, tiba-tiba GEDUBRAK, anaknya jatuh miring ke lantai hampir ketimpa kursi yang ngga kuat menahan bobot Mika, hahhaha. Tapi gapapa, anaknya tetep nyengir dilamun asmara biar kejatuhan beban.

Sayang ngga ada fotonya, soalnya pas hari itu memori handphone saya full. Foto sama Cucum aja jadi harus pake handphone Bapak. Alasan yang sama kenapa dini hari seperti sekarang saya masih sibuk mindahin data ke laptop dan hard disk demi liburan nanti bisa foto-foto yang banyak.

Ok, good night (or morning) universe. Besok harus bangun pagi berangkat ke bandara. Will not be posting for a long time until I come back from vacation, inshaAllah membawa banyak kisah pengalamn dan foto yang seru. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s