Baik dan murah senyum. Itu ciri-ciri dari Mika, anak aktif yang sebentar lagi usianya genap 14 bulan dan berbobot tidak genap 12 kg. Kalau pas belum makan dan produksi pupinya banyak, berat badan 11.6 kilo. Sedangkan kalau setelah makan dan lebih dari 1 hari  ngga buang air besar, bobotnya 12.4 kilo. Jadi rata-rata 12 kg lah ya.

img_4056
Almost 14 Months Old

Pas Mika usia 5 bulan, Paman Nevis dan Mama Linda (adik dan adik ipar saya) beribadah umroh ke tanah suci. Biasanya kalau ada kerabat, kawan atau saudara yang pergi umroh sebelum2nya, saya selalu minta didoain agar selalu sehat. Sehat itu karunia yang paliiing nikmat, selain rezeki berkumpul bersama keluarga. Udah. “itu aja ya Bro, nitip doa supaya sehat terus”. Lagian kalau panjang2, malu ngerepotin doi yang mau fokus dengan ibadahnya sendiri.

Tapi selagi menitip doa sebelum Paman Nevis berangkat, adik saya bilang kalau nitip doa jangan pendek2, kudu yang lengkap, sampai ke detail2 nya mau apa, yang panjang sekalian, sebut nama atau kasih label juga monggo walaupun Allah maha mengetahui. Ia pun memberi contoh. Sehingga saya jadi ga tanggung2 deh menulis doa saya pribadi, biar nanti sampai tanah suci, doa yang sama bisa di-reinforce sama Paman Nevis, semakin banyak yang memohon, inshaAllah semakin dikabulkan.

Saya masih inget banget sepenggal keinginan yang saya panjatkan dalam menitip doa tersebut, yaitu supaya Mika jadi anak yang baik, sehat dan murah senyum.

 

Alhamdulillah ya, anaknya sekarang begitu.

img_3763

Semenjak lahir sampai sekarang, Mika anaknya anteng, pengertian, mau diajak kerja sama. Ga pernah sekali pun ngerepotin saya dan suami, dia bukan anak yang rewel. Mungkin karena Mika laki-laki, ia jarang nangis, apalagi nangis kejer atau ngamuk. Bisa dihitung pake satu tangan berapa kali Mika pernah nangis lebih dari 3 menit, selain sebulan pertama pas jabatannya masih bayi baru lahir.

 

Pertama yaitu pas usia 1 bulanan, beberapa minggu sebelum menginjak usia2 bulan ketika baru sampai dari KL ke Jakarta, anaknya mengalami demam dan pilek pertama kalinya, ya ofcourse nangis2 karena hidungnya meler mampet susah nafas. Kedua pas usianya 2 bulan, kami sekeluarga berlibur ke Bandung. Dari subuh sampe Magrib jalan-jalan dan kebanyakan waktu kami di dalam mobil. Sepanjang perjalanan Mika anteng mimi ASI + bobo sembari dipangku. Selepas magrib kayaknya Mika udah capek banget dan kesel karena seharian belum ada kesempatan buat selonjoran puas di alas tidur, akhirnya doi nangis tepat ketika kita terjebak kemacetan di dalam kota menuju hotel. Harus ya nangisnya pas macet2an Mik? Duh.

Mika usia 2 bulan dijahilin oleh mas Sky

img_4641
Mika usia 2 bulan dijahilin oleh mas Sky sayang

Ketiga yang agak geger, yaitu pas mudik Idul Fitri tahun ini. Usia Mika kala itu 11 bulan, lagi bobo siang kemudian berguling jatuh dari tempat tidur hingga bunyi “GEDEBUG” menggelegar sampai-sampai 21 orang seisi penghuni rumah Mbah Yuyut di kebumen yang tengah beragam aktivitasnya -dari menimba air di sumur, jemur cucian baju di halaman belakang, masak ayam yang baru disembelih Mbah Kakung di dapur, nyapu halaman depan – semuanya mendengar momen fenomenal pas dahi Mika ciuman sama lantai kamar. Hadiah cium lantai adalah tombol biru di jidat segede telor asin. Kasihan banget, melihat Mika nangis kesakitan sampai ngga tega. Kata Mbah Yuyut Putri mah kenang-kenangan dari Prembun, hehehe. Mudah-mudahan dimaafin ya Bapak dan Mama nya Mika.

 

Kira-kira demikian isi posting ekspresi syukur saya, melihat bukti nyata bahwa doa saya terkabul. Mika si anak baik, amin.

 

Ngomong-ngomong soal doa, saya sendiri sampe lupa kalau ada doa yang tersirat di setiap nama. Orang-orang (apalagi orang Indonesia) bilang bahwa nama adalah doa. Terutama pas kita hamil, bahkan sebelum hamil, diskusi paling seru sebagai pasangan suami istri adalah merencanakan nama anak.

 

Mengingat kembali sejarah dari proses menentukan nama Mika, itu semuanya berasal dari ide suami. Bukannya saya ngga kreatif, justru karena saya terlampau kreatif, usul-usul dari saya di-reject semua sama suami. Hiks, padahal saya yang hamil. Dan padahal juga, saya memilih nama juga bukan yang aneh2 ala masa kini seperti misalnya dari “kitab nama anak tren 2015” atau “nama artis bayi 2015” atau “modern baby names with an edge”. Really?

Pak Suami sendiri brainstorming nya tetep sambil nyontek Google supaya meyakinkan bahwa di balik nama yang kita pilih, sebenarnya ada maknanya . Walaupun saya ngga terlibat dalam ngecek apa artinya menurut para kontributor bebas, filsuf maupun aliran ini itu di jaringan internet -emboh lah suami lihat referensi yang mana – saya pun se-iya sekata dengannya ketika buah hati kami lahir, kami namakan si anak baik dengan Mika Jalandra Andreas.

img_1441

Menurut suamiku sayang, Mika artinya “anugerah”. Jalandra memiliki makna “yang menyejukkan keluarga”. Andreas dari nama bapake, alias anak Freddy Andreas.

 

Baru beberapa saat yang lalu, just for fun, saya penasaran pengen mencari di Google, kira-kira apa yang keluar dari arti nama Jalandra. Soalnya sekarang setelah dipikir-pikir, mirip banget sama nama orang India, tebakan sotoy saya pasti asalnya dari negri empu-nya bollywood. Buktinya di kantor banyak orang India namanya seputar bunyi-bunyian “ndra” seperti misalnya Narendra, Rayandra, Ravindra, Devindran, Ndra lain lain.

 

Ketika saya surfing, ngga banyak temuan yang mengeluarkan arti dari nama Jalandra. Tapi secara tidak langsung, nama tersebut banyak dihubungkan dengan nama Jalandhar. Kalau berdasarkan filosofi Kabalarian (baru denger nih filsafat ini, monggo disimak di sini https://www.kabalarians.com/cfm/whatis.cfm), jika memberi nama tertentu, matematika alam semesta dan kehidupan akan menghasilkan kualitas atau karakteristik tertentu pula dari seseorang. Nah nama Jalandhar membentuk pribadi dengan sifat yang salah satunya memang (nyaris) sesuai dengan apa yang kami jadikan doa (Amin ya, Bapak) yakni “ brings out love of home and family

 

Yang lucu itu pas saya beralih ke temuan kedua dari top results hasil dari searching di Google. Jalandhar itu adalah nama sebuah kota di Punjab, India (Bener aja kan, dari India). Kota tersebut dinamakan mengikuti seorang Raja bernama Jalandhra, yang deskripsinya begini nih: a demon king who lived in water. Lah, Raja setan dong, gimana nih #gigitjari.

Lagi-lagi just for fun dan kalau boleh asosiasi bebas, pantesan aja Mika gila air banget. Ini anak kalau lihat air, matanya langsung ijo, seperti kesetanan (sekarang baru ngerti, mungkin kerasukan sama Raja Setan di India yang tinggal dalam air). Lihat air mancur, terus lari-lari minta nyemplung. Lihat kolam ikan, terus lari-lari mau nyelupin tangan dan kaki. Lihat air di dalam gelas, ngga pake lari-lari sih, tapi langsung ngga sopan tangannya obok-obok. Di samping karena turunan Mama dan Bapaknya yang dulu rajin dan cinta banget ngarung jeram main-main air di sungai, ternyata karena arti nama doi yang rupa-rupanya seorang Raja berdomisili di alam basah.

img_3944
Berenang bersama Aubrey

Hahaha, ngga deng. Semua bayi kayaknya naksir main air, dasar anak-anak bayi sotoy gemezin. Whatever ya nak, apapun itu. Ngga hanya di nama, tapi di pagi, di siang, di malam, di raga dan di pribadi Mika, Mama dan Bapak selalu sertai dengan doa. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s