Hal yang spontan sering kali membuahkan kejutan yang seru. Lebih lebih serunya kalau spontan menemukan duit di kantong sendiri, padahal duitnya emang ada dari minggu lalu di kantong yang sama. Cuman, berkat pake celana yang itu itu lagi sepekan kemudian, plus saya sendiri lupa ada fulus nangkring di sela paha kanan selama itu, jadi lah pas bengong meraba-raba kantong tiba-tiba goooong…. Kayak sulap aja gitu, senyum langsung sumringah deh pulang kantor. Itu contoh kejutan bin spontanitas favorit saya.

Akhir pekan lalu, saya mengalami hal yang serupa, tapi skalanya aga besar. Ceritanya pagi itu setelah suami latihan kayak di kolam renang apartment dan anak berenang, terbersit di benak kami bahwa sudah hampir tiba waktu nya kami berlibur. Sebulan lagi. Minggu depan kami harus apply visa. Rasanya excited banget. Saking senangnya kami jadi ngga sabar untuk memulai packing dari sekarang aja. Minimal menyortir pakaian mana yang akan kami bawa, dari sekarang harus dipisahkan dan diabsen masuk koper supaya nanti ngga lupa. Sekalian nge-list down di mental note apa yang sudah siap, dan apa yang masih perlu disiapkan.

Selagi mengumpulkan pakaian anak, saya nyantai meyakinkan diri sendiri bahwa setelah beresin punya Mika, proses mengumpulkan pakaian saya nanti bakal singkat aja, soalnya saya masih ingat memiliki pakaian winter ada di koper yang di gudang, tinggal kumpulin aja. Oke sip. Mika pun asik2 ikut sok sibuk, pegang ini lempar itu, berantakan ini geratakin itu. Lari sana ambil sapu, lari ke sini kebut2 lidi, banting sana gelinding sini. Paling sibuk pokoknya, entah kenapa anak umur segini suka banget sama alat bersih2 rumah tangga. Mudah-mudahan kamu besar jadi anak yang rajin ya nak, kaya Bapak, jangan kaya Mama.

Setelah barang2 Mika sudah terkumpul rapi, beralih lah saya ke gudang untuk mencari baju2 winter yang tesisih di koper. Koper nomer satu. Kosong. Koper nomer dua. Zonggg. Koper nomer tiga yang zippernya ompong. Dalamnya juga ternyata ompong. Lah, ko ngga ada ya. “Paaaak, baju2 saya pada ke mana ya?” Agak misterius memang. Kami cari ke lemari kamar kami, ngga ada. Lemari kamar tamu, juga nihil. Jadi kesimpulan saya, mungkin tanpa sadar itu baju2 musim dingin saya kelompokkan pada tumpukan Untuk Donasi yang bulan-bulan lalu sudah saya distribusikan ke kotak barang bekas. Tapi, kesimpulan suami beda. Sampai saat ini Pak suami masih beranggapan bahwa telah terjadi modus di balik penyortiran baju buat dilepaskan ke kategori barang bekas, alias doi pikir saya sengaja buang, biar beli yang baru. Hahahhaha. Ngga lah, sayang. Ya tapi seneng2 aja sih sekarang emang jadi terpaksa harus belanja deh, wong baju2 nya hilang. Nanti liburan pake apa?

Nah, kejutannya mah bukan yang ini. Balik ke gudang. Setelah ga berhasil menemukan apa yang awalnya saya cari, akhirnya saya memulangkan semua koper kembali ke tempatnya. Sebelum keluar dari situ, saya memperhatikan kardus-kardus yang tertumpuk dan baru menyadari kalau ada satu-dua box gede belum dibuka dari semenjak shipment barang2 saya tiba dari Dubai ke Malaysia. Sudah 2 tahun saya di Kuala Lumpur, masih ada juga box yang belum saya beresin. Kebayang kan betapa pemalasnya saya. Jadi mumpung nganggur akhirnya saya buka satu kardus besar berdimensi 120x60x60 cm. Terus terang, saya sama sekali ngga ingat apa yang ada di dalam box.

Pas saya buka, tebak apa coba? Alaihum gambrenggg baju banyak banget. Heran juga, ko saya bisa punya baju sebanyak itu. Padahal saya hidup dengan prinsip yang diajarkan Mama saya, every one-in, one-out. Ini ajaran yang selalu saya terapkan di rumah tangga saya juga. Artinya, setiap kita beli baju baru, harus ada satu atau lebih baju lama yang keluar. Baju yang di”buang” masih harus dalam keadaan bagus supaya bisa disumbangkan ke saudara atau siapa pun yang perlu, bukan yang sudah lusuh dan pantes dijadikan kain pel, catet. Melihat banyaknya isi wardrobe saya dari Dubai, saya malu, saya rasa pasti itu kekhilafan jaman saya hidup foya2 di Dubai yang hedonis super tinggi. Di antara begitu banyaknya pakaian, ngga ada juga winter attire.

Namun di samping terkejut, reaksi aseli saya di saat yang sama sebenarnya adalah spontan kegirangan. Karena ini percis cerita si koin yang tiba2 ketemu di kantong. Hanya saja, interval masuk ke gudangnya bukan seminggu seperti pakai celana yang itu2 aja, melainkan setelah dua tahun, hahaha.

Yang menyebabkan saya girang itu adalah saya punya banyak banget baju yang bisa disisihkan untuk sumbangan, di saat yang sama ruang di gudang kami jadi makin lega. Tapi yang sesungguhnya bener-bener bikin girang nya tingkat tinggi adalah karena ada nih satu langganan tempat saya suka sekali mendistribusikan baju bekas, ia merupakan toko fashion ternama H** dimana toko tersebut punya DropBox untuk barang2 apa saja yang sudah tidak kita inginkan, namun masih layak terpakai. Tiap satu tas berisi pakaian yang kita donasikan, kita akan mendapatkan voucher diskon 15% untuk belanja barang apapun di retail tersebut.

gudang

Jeng…jeng… Mata nya jadi hijau kan? Apalagi saya. Terkumpul 6 buah tas besar dari penemuan pakaian bekas dari Dubai di gudang kami. Walhasil siangnya kami langsung nge-mall demi berdonasi yang pamrih, mengharapkan voucher 15% kali 6 biji. As soon as serah terima baju bekas komplit, voucher pun diterima. Maka masih dalam rangka menyicil travel inventory dan packing buat liburan nanti, tentunya saya lanjut keliling di gerai fashion itu, keluar masuk fitting room dengan efisien sampai berakhir di kasir membeli satu-dua sweater dengan harga miring. Seperti tukar tambah ya. Ini niat donasi apa belanja sih? Katanya one in – one out, tapi ko jadi lingkaran setan malah one out-one in. Hehehe.

Harus diingat, ini semua adalah ikhtiar untuk terus menjadi istri yang baik, yang bisa menekan budget. Di saat genting banget perlu belanja baju winter pas tau pakaian musim dingin yang lama pada hilang, sebisa mungkin belanja  dilaksanakan dengan bijak. Ini bukan modus. Cuman spontanitas belaka.

Buat Bapak. I love you, Pak. Sun dulu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s